Buscar

Showing posts with label photo. Show all posts
Showing posts with label photo. Show all posts

Photograph

Foto merupakan bingkai kenangan; 
bisa kenangan indah menyenangkan yang membuat senyum-senyum sendiri atau malah sebaliknya, mengingatkan pada suatu hal yang membuat nyeri ulu hati. 
Foto seakan memiliki bahasanya sendiri;
bahasa visual yang mengirimkan sinyal ke otak untuk dengan sendirinya mengingat akan suatu peristiwa yang terjadi dalam foto tersebut. 
Potret semesta, diri sendiri, bersama orang lain, suatu tempat, peristiwa, yang telah terjadi baik disengaja maupun tidak, you know what i mean hehe...
Beberapa foto ini 'dirangkai' oleh teman-teman saya, senang sekali bisa mengingat tanpa harus berharap mendapat pinjaman mesin waktu doraemon.


@ikkel

@Nanotzain


Heyhoo!

Pada tahu markas TNI di Surabaya, kan? Twister abis dari sana loh hihihi....
*pamerin potonya*

say hip-hip-horay!

Hari Pahlawan 2012



Apa sih makna hari pahlawan?
Sekarang banyak generasi muda, tanpa tahu apa makna hari pahlawan, dengan bangga berdandan memakai kostum pahlawan. Mbok kiro ini hari halloween, dandan pakai kostum-kostum tanpa tahu maknanya. Mungkin kita memang tidak bisa menghafal isi buku sejarah yang tebal-tebal, namun setidaknya mari mulai dari diri sendiri, dari kota kita sendiri. Jangan bangga dengan kotamu, kalau kamu belum mengenalnya lebih jauh.

Tanggal 10 bulan 11 tahun 12, banyak yang menyenangi karena bagus katanya. Ya, spesial sekali karena hari pahlawan jatuh pada tanggal yang indah. Acara konser digelar, parade dimana-mana, doa bersama dilakukan, dan lain sebagainya. Betapa besar apresiasi masyarakat Surabaya (bahkan Indonesia) terhadap para pahlawan yang telah gugur. 

Sebagai arek suroboyo, saya termasuk yang suka mlaku-mlaku ke tempat-tempat yang dicap sebagai Surabaya Heritage. Tempat-tempat bersejarah ini sampai sekarang masih dirawat dan terus diwariskan agar generasi selanjutnya tetap mengenang, atau lebih-lebih bersyukur atas hidupnya yang merdeka saat ini, yang bukan pemberian londo, namun didapat dari perjuangan, pengorbanan, dan nyawa para pahlawan. Tujuan saya sendiri, ingin lebih tahu sejarah kota yang saya bangga-banggakan, ingin lebih merasakan kilas balik betapa membaranya semangat arek suroboyo dulu, sekaligus mengagumi keestetikan peninggalan yang ada. Foto-foto itu bonus.

Saya lahir, tinggal, tumbuh, dan berproses selama delapan belas tahun di Kota Surabaya, dan saya yakin saya tidak sendiri. Ada keinginan menyumbang untuk kota tercinta ini, dan apa yang bisa kita lakukan? Sebarkan, dan sebarkan semangat juang, bangga jadi arek suroboyo, tidak malu dengan aksen medhok suroboyoan. Namun, tetap ingat, kita satu Indonesia. Karena segala sesuatu yang 'berlebihan' pasti tidak baik, kan? :)

Beruntung saya punya teman-teman yang setia, dalam suka maupun duka, dalam motor maupun jalan kaki, dalam panas maupun mendung (kapan hujan ya, Surabaya?)

Merdeka atau mati!
Salam satu nyali, WANI!
lucky ariatami

Bonus, foto-foto saya.. hihihi :D
Jadi tanggal 12 kemarin kita jalan-jalan seharian, dan mampir-mampir.. mulai dari House of Sampoerna, Tugu Pahlawan, Kalimas (Taman Prestasi), dan puncaknya nonton parade di Balai Kota (Taman Surya). All photo by Detta Priyandika (entah apa nama kameranya, ora weruh)

HOS

Twelve Science Five: Bitter-Sweet Memories

Now Playing: Superman is Dead - Kuat Kita Bersinar

Tak pernah terbayang kelas bantet yang tampaknya sama sekali tidak bersaing dengan kelas lainnya ini begitu membekas di hati. Durasi pertemanan yang singkat, tidak sampai setahun, ternyata malah mempererat persahabatan dan membuat kelas ini tumbuh dalam kekompakan. Proses, semua proses pendewasaan yang dilalui bersama; dalam suka maupun duka, senang dan kecewa, bernyanyi bersama serta marah-marah sekenanya. 
"Ku tatap dunia terasa perih luka di dada
Pertempuran manusia yang buta indahnya perbedaan
Oh indahnya..
"
Awalnya bukan hal yang menyenangkan, kelas ipa yang paling akhir ini memang dipandang sebelah mata oleh para pengajar, tugas dientengkan dan nilai dikasih pas-pasan. Semua berdampak pada rapor semester awal, kelas ini sama sekali tak diperhitungkan. Kita cukup sabar. 
"Kubisa engkaupun bisa melupakan kebencian yang ada
Bersama kita terluka, bersama kita bisa tertawa
Dan tertawa.."
Semua bagai cambuk untuk kelas ini, belajar digiatkan, protes digerakkan, keadilan ditegakkan *halaaahh*
Memang semua menjadi lebih baik, nilai mulai menanjak naik, kelas ini mulai dilirik. Tapi tak mengubah kenyataan bahwa tidak banyak siswa dari kelas ini yang diterima dari seleksi jalur undangan. Kecewa. Sangat kecewa. Namun ini bukan akhir segalanya, perjalanan masih panjang.
"Ayo bangun dunia di dalam perbedaan
Jika satu tetap kuat kita bersinar
Harus percaya tak ada yang sempurna
Dan dunia kembali tertawa
"
Fokus. Melupakan sejenak kegagalan jalur undangan. Berpegang pada pepatah kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda, dan sadar tanpa usaha semua sia-sia. Maka hal yang menjadi prioritas adalah lulus ujian sekolah dan nasional. Universitas menyusul, pasti. Fight!!
"Jabat erat tanganku kawan, Kau tak akan pernah sendiri
Hancurkan dendam dengan cinta di dada untuk semua.. manusia
"
Akhir tahun yang mengembirakan, kekecewaan perlahan menghilang. Kabar baik berdatangan. Senang sekali mendengar teman-teman yang diterima di universitas yang diharapkan, "Aku akan merindukan kalian" 
menonton film bersama, Avengers.

Doa bersama jelang UNAS di panti asuhan, sekaligus berbagi
Ujian praktik Bahasa Inggris, let the drama begin
sometimes: menghabiskan waktu sekedar nonton one piece atau sekuel saw, bermain o2jam, kartu remi,  fruit ninja, engkle, lompat tali, teriak-teriak gak jelas sambil kejar-kejaran. Masalah? It was our last time in school oh no :(
Photo shoot untuk buku kenangan
Wisuda; ini bukan perpisahan, hanya jeda untuk nantinya bertemu kembali, dengan cita-cita yang telah teraih.
Dedicate to my beloved class; twelve science five, the best class ever.

Twelve Science Five: Togetherness, Craziness, Unforgettable!

It's my senior year. Yeah I know, I knooow it's mean national examinations, mau tidak mau, sebentar lagi harus saya hadapi. Well, mari lupakan sejenak tentang hal tersebut.

Sekitar dua minggu yang lalu saya telah menyelesaikan salah satu rentetan ujian... Ujian praktik. Jadwal yang lumayan di minggu pertama, lantas padat sekali di minggu kedua, fiuh. So, what's on your mind when you hear 'ujian praktik'? Hoho, terbayang sudah betapa sejuta kerepotan yang begitu menyenangkan akan dihadapi! Karena bukan hal yang mengerikan rasanya kalau yang terjadi malah seperti ini;


Awesome, right? :)
Ya, it's roleplay time!
Saya akan memperkenalkan (lagi), karena rasanya tidak ada bosan-bosannya bercerita tentang masa putih-abu yang tinggal berapa bulan lagi, ouh *wipe ma tears*. My class called TWISTER, Twelve Science Five- The Best Class Ever. Menurut saya, kelas ini komplit. Begitu indah karena down to the earth dengan bervariasi 'ekor' anak manusia yang unik. Begitu sempurna dengan berjuta kebodohan-kebodohan baru yang kami ciptakan.

Togetherness, kraziehness... and absolutely, unforgettable! Banyak moment, hmm, unik? Ah, whatever, intinya ya, kalian tahu sendiri lah masa sma itu yang bagaimana... Cerita klasik, pernyataan klise, dan akan terlalu membosankan kalau saya yang bercerita. Akan lebih indah kalau kemudian tulisan ini bisa membawa kalian mengenang masa-masa cupu kalian, perjalanan menuju pintu eksis kalian, masa pencarian jati diri kalian, masa cari jodoh kalian *eh. Well, then, coba tebak saya dimana? :)


He's my english teacher. Semua orang bilang kalau beliau mirip Tompi, ah, masa iya?










*all photo by Detta Priyandika

Hijau-Biru



Kali ini saya akan berbagi pengalaman saya saat menikmati hijau biru pemandangan di selatan kota apel. Pasti banyak dari kalian (khususnya yang tinggal di Jawa Timur) sudah pernah mendengar yang namanya Pantai Bale Kambang. Pantai ini memang terkenal dan menurut saya, seperti semua pantai kebanyakan, pantai ini punya pemandangan khasnya sendiri.
 
Pantai memang selalu memiliki kekuatan magisnya sendiri. Cerita-cerita yang akrab di telinga masyarakat pun tidak dapat kita pungkiri meski tidak logis dan terkesan mistis. Terlepas dari hal tersebut, untuk saya pribadi, pantai merupakan salah satu tempat favorit untuk menghabiskan waktu.
 
Suara ombak seperti alunan melodi alam, yang kata Dee 'kupercaya alam pun berbahasa, ada makna dibalik semua pertanda'. Langit yang seakan bercermin pada laut, atau sebaliknya, itu semua terserah pendapat Anda. Angin yang selalu membawa pesan gaib, karena berbisik dan tidak dapat dipegang. Sempurna.
 

*Semua foto yang memotret kakak sepupu saya, mbak Resya Wulanningsih.

Catch!

Naik kereta api
tut... tut... tut...
siapa hendak turut?
ke Bandung... Surabaya...
bolehlah naik dengan percuma
Ayo, temanku lekas naik
keretaku tak berhenti lama...

Kegiatan tengah semester kali ini saya memilih untuk turut serta ke Bandung. Kali ini saya akan berbagi tentang sekilas yang bisa kacamata saya 'tangkap' dari kelok-kelok jalanan; hal-hal yang menurut orang lain mungkin sepele namun berkenang untuk saya pribadi.


Kami berangkat dari stasiun gubeng, naik kereta ekonomi yang telah dibooking satu gerbong oleh sekolah, sehingga tidak ada orang lain ataupun pedagang asongan yang diperkenankan masuk ke dalam gerbong kami.

Perjalanan ke Bandung dengan kereta cukup melelahkan karena butuh waktu sekitar 16jam perjalanan. Kami menghabiskan waktu dengan mengobrol, bermain kartu, memotret, tidur, ngemil, kemudian jalan-jalan ke gerbong makan, tidur lagi, kemudian berkutat dengan ponsel masing-masing, dan saya sendiri memilih membaca buku sambil ngemil.


Menikmati pemandangan dari kaca jendela kereta memang mengasyikan. Berbagai hal bisa kita lihat dari sana. Ada pemandangan sawah, langit, manusia yang sedang beraktivitas, dan hal-hal lain yang mungkin tidak dapat diprediksi.



Selanjutnya saya akan bercerita melalui foto-foto berikut ini;
Teman perjalanan saya; ponsel, kamera, dan buku. Ponsel; memberi saya kesempatan untuk tetap berhubungan dengan keluarga maupun teman-teman saya yang jauh di Surabaya. Kamera; menangkap tiap kejadian atau apapun yang ingin dapat saya kenang kelak. Buku; teman perjalanan paling loyal, ya kan?

Kereta ekonomi selalu mengalah jika di persimpangan ada kereta lain yang harus lewat. Namun saya bersyukur karena dengan begini saya dapat berinteraksi dengan warga yang rumahnya di pinggiran rel kereta api. Saya menyapa anak-anak yang sedang asyik bermain bola dan meminta mereka berkumpul untuk saya potret.


Langit selalu memiliki kekuatan magisnya sendiri. Jelang senja, warna-warna oranye, merah, dan bahkan ungu menghiasi langit yang membuat saya selalu mengagumi langit senja dimanapun saya berada.


Sawah dan pepohonan selalu mengingatkan saya dengan lagu Ibu Pertiwi; sawah, gunung, serta lautan, simpanan kekayaan...
Pagi hari di kota Bandung tidak saya sia-siakan, ketika teman-teman saya masih bersiap-siap, saya sudah ngluyur duluan. Dan yang menarik adalah menemui bapak dalam foto ini. Saya senang menjuluki foto ini dengan 'sapa' from a stranger karena ketika bertemu bapak ini saya spontan berteriak 'semangat pak!' hampir lupa bahwa ini bukan di daerah rumah saya, namun bapak ini ramah sekali, dengan seyumnya yang mengembang ia membalas sapaan saya, 'nuhun neng!' :)


Lembang adalah salah satu tempat yang wajib dikunjungi, selain pemandangannya indah, kulinernya enak, di sini saya bisa terbang alias bermain flying fox hahaha.


Ciwalk adalah Malioboronya Bandung. Di sini pecinta belanja akan dimanjakan dengan berbagai macam barang dagangan yang serba murah, apalagi kalau lihai dalam menawar. Selain kaos dan souvenir khas Bandung, ada juga berbagai jajanan khas Bandung.


Mal Ciwalk adalah mal yang mengusung tema semi outdoor, menarik karena menurut saya memang pas sekali dengan cuaca dan suasana Bandung yang adem. Saya sempat berfoto box dengan teman-teman saat singgah di sini, sisanya... ya seperti mal kebanyakan hehe.

Trans Studio! Taman bermain indoor ini menarik sekali, banyak permainan dengan tema-tema acara televisi mereka, sayangnya saat berkunjung banyak permainan yang masih dalam tahap coming soon.

from Bandung -West Java, Indonesia- with love
*all photos by lucky ariatami

behind the scene

Kali ini saya ingin bercerita tentang pembuatan film indie perdana kami, hahaha... film ini disponsori oleh tugas pelajaran bahasa Indonesia untuk memenuhi syarat kenaikan kelas.

Memang tidak susah untuk merancang skenario, selain karena kami dibebaskan untuk mengangkat film bergenre apapun, kami juga bebas dalam memilih teman dalam satu kelompok sehingga kekompakan tidak menjadi masalah. Dalam hal ini permasalahan terbesar kami adalah; medhok.

Kami bersepuluh semuanya asli suroboyo dan jangan diragukan lagi kemedhokan kami dalam berdialog. Beberapa adegan harus kami ulang berkali-kali hanya untuk memungkiri hal yang tidak dapat dipungkiri hahaha.

Proses syuting kami lakukan beberapa hari dan mengambil tempat di beberapa taman di Surabaya, selain itu dikarenakan perlengkapan yang sangat terbatas, kami harus mengakali beberapa hal, seperti syuting siang hari agar mendapat lighting yang bagus, dan mencari tempat sepi agar suara yang direkam tidak kemresek.

Selain hal-hal tersebut, jangan dikira dengan sepuluh orang dalam satu kelompok sudah sangat cukup... salah besar. Kami semua mendapat peran sehingga untuk menggurus proses syuting harus merangkap tugas. Di sinilah kekompakan kami diuji. Terkadang imajinasi kami terlampau berbeda sehingga hasil yang dianggap baik oleh satu orang kadang dianggap tidak memuaskan oleh yang lain.

Dari sini kami belajar banyak hal. Untuk membuat suatu karya tidaklah semudah ketika kita berkomentar mengenai karya orang lain. Hal ini menjadikan kami lebih menghargai karya orang lain. Toh, kita sebagai manusia tidak pernah berhenti untuk berproses dan belajar dalam hidup...











Photo Session with OSD20 :)

we are outSIDers!
Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk mengapresiasi karya para musisi adalah dengan membentuk suatu fanbase. Saya sendiri yang sangat menggemari karya-karya band asal Bali, Superman is Dead, bersama teman-teman dari sekolah yang sama membentuk komunitas outSIDers dan Lady Rose Twenty. Outsiders dan Lady Rose adalah sebutan untuk fans SID, dan Twenty mewakili sekolah kami.

Kami memiliki jargon; serunya menjadi pemberontak, serunya punya pendirian musik dan lifestyle, serta serunya menjadi minoritas! Minoritas tapi gak wedi blas!

Tentu jargon tersebut melekat erat karena memiliki makna mendalam untuk kami. Melalui karya-karyanya, SID menyuarakan kebebasan dan pemberontakan yang semuanya dalam hal positif, yakni mengubah lingkup lingkungan kita menjadi lebih baik, yang kemudian menginspirasi kami sehingga kami menggemari SID. 

Band seperti SID bisa dikatakan non-mainstream, meski kini terikat major label, mereka tidak mengubah gaya bermusik dan ideologinya, ini yang kami maksud dengan pendirian musik dan lifestyle. Minoritas dimaksudkan untuk menekankan bahwa meski saat ini banyak yang tidak suka dengan musik SID, kami yakin mereka bukan tidak suka, melainkan belum mencoba mendengar. Kami yakin suatu saat outsiders akan berkembang dan tidak hanya segelintir orang yang peduli tentang lingkungan seperti saat ini.

Melalui komunitas ini kami tidak hanya berkumpul untuk menonton SID bersama, kami sering mengadakan diskusi dan melakukan kegiatan yang bersifat sosial. Semoga segala hal yang telah kami lakukan kelak ada yang meneruskan, dan terus bermanfaat bagi sesama juga lingkungan.



                                               









S46acious feat. VIERRA & SUPERMAN IS DEAD

penampakan poster S46acious
Pada tanggal 06 Oktober 2010, SMAN 1 Gresik mengadakan pensi untuk memperingati hari ulangtahunnya ke-46 dengan tema 'Sagacious 46'. Acara yang berlangsung di Stadion Semen Gresik mulai dari pukul 16.00 hingga 23.00 ini tidak hanya dimeriahkan oleh SID dan Vierra, tapi juga Zombies Daylight dan Heavy Monster. Itulah yang membuat acara ini menarik, adanya lintas genre yang dihadirkan para guest star menjadikan saya dan teman-teman yang notabene berdomisili di Surabaya ingin datang di acara ini.

unlucky me, baterai kamera saya lowbat sehingga tidak bisa memotret lebih banyak :(


Bobby Kool, vokalis Superman is Dead
saya bersama teman-teman outsiders dari Surabaya






Gathering Kawan Blings Surabaya

saya bersama personil Blingsatan
Pada tanggal 2 Oktober 2010 lalu kami, KawanBlings Surabaya beserta para personil Blingsatan, mengadakan gathering di Skate Park.

Gathering kali ini memang terasa istimewa karena para personil Blingsatan menyempatkan diri untuk datang buat bertemu langsung dengan para KawanBlings.

Band yang mengusung genre streetrock ini sebenarnya telah terbentuk sejak 1994 namun baru di tahun 2005, dengan bergabungnya Zach, Blingsatan mulai merilis album indie perdananya yakni Streetrock. Di setiap lagu, mereka mengakulturasikan aliran emo-rock dan melodic-punk dengan melodi nyanyian lagu yang sangat lantang dan keras, sehingga bisa dikatakan Blingsatan adalah salah satu band non-mainstream yang terus konsisten dan masih bertahan, hingga sekarang berhasil mewujudkan album keduanya yakni Melodi Emosi.

Arek-arek Suroboyo pasti tidak asing dengan band ini karena semangat arek suroboyo yang kerap dihadirkan dalam tiap kesempatan manggung mereka. Meski tidak terikat dengan major label, Blingsatan bisa eksis dan terus berkarya hingga sekarang. Semua berkat dukungan para KawanBlings yang selalu update melalui media sosial seperti myspace, youtube, dan facebook yang selalu dimanfaatkan mas Rizal selaku manager Blingsatan untuk promo dan menginformasikan tiap event yang melibatkan mereka.

Sukses buat Blingsatan, KawanBlings selalu support kalian :)


 Blingsatan bersama KawanBlings Surabaya

Dokumentasi oleh: Dwik Candra 

Sumber lain: 
http://nasional.news.viva.co.id/news/read/151488-bertahan_karena_konsisten_lawan_arus_musik