Buscar

Jogjakarta Tetap Istimewa (1)

Jogjaaaa! Libur semester kali ini, saya dan kedua saudara sepupu saya, mbak Dias dan mbak Estin, juga calon saudara ipar dari salah satu saudara sepupu saya (wadehel ._.), yang betul calonnya mbak Estin yaitu Bang Yudi, berencana ke Jogja, meski hanya dua hari di sana rasanya sangat berkesan. Jogja bukan hal baru untuk saya, saya telah beberapa kali ke sana namun baru kali ini saya berkesempatan untuk backpackeran hehe... Meminjam alasan untuk datang ke pernikahan sahabat dari salah satu saudara sepupu saya, kami pun berangkat dengan mengantongi izin orang tua.

Kami memilih naik bis, berangkat Jumat malam dari Surabaya dan Sabtu pagi sampai di Jogja. Setibanya di terminal Jogja (namanya apa ya, lupa) kami naik TransJogja menuju malioboro. Beberapa kali pindah bus (sistemnya bayar sekali aja, terus bisa pindah di halte tertentu sesuai rute perjalanan kita.. ah coba di Surabaya ada!) kamipun sampai di jalan malioboro. Berhubung sudah pagi dan perut minta diisi, kami sarapan soto di ujung jalan malioboro. This is it...

soto jogja

Setelah itu kami berjalan kaki menuju jalan sosrowijayan, yang masih daerah malioboro. Di sana banyak penginapan mulai dari hotel, motel, losmen, semacam guest house, sampai kos-kosan. Hampir setengah jam kami survei semua penginapan yang ada, karena kami hanya butuh hingga Minggu, kami memutuskan untuk mencari yang termurah, dan kami dapat 75.000 rupiah saja per kamar. Lumayan, meski kamarnya kecil, kasurnya springbed, spreinya bersih, ada kipas angin, dan yang paling penting meski kamar mandi berada di luar kamar, bersih banget!




penampakan losmen yang kami tinggali
peraturan penginap
Setelah beristirahat sejenak, mandi dan beberes barang bawaan, kami pun keluar kandang. Sesuai rencana hari tersebut mbak Estin dan bang Yudi menghadiri resepsi pernikahan temannya, sehingga saya dan mbak Dias jalan-jalan sendiri. 

Kami memutuskan untuk menyewa sepeda angin. Murah saja setelah menawar kami mendapatkan dua buah sepeda seharga 50.000 rupiah untuk sehari (1x24 jam, jadi pinjam pukul 11.00 besok kembali di jam yang sama). Kami bersepeda menyusuri jalan malioboro, benteng vredeburg, dan memutuskan untuk masuk rentetan keraton yang belum pernah kami kunjungi. Oh ya, kami mendapatkan dua buah topi dengan harga 50.000 rupiah, saya rasa termasuk murah karena di kota harga segitu bisa cuma dapat satu saja.



Karena museum yang depan (sorry, saya buruk dalam menghapal nama tempat) sudah pernah kami kunjungi, kami hanya masuk museum kereta dan keraton yang seperti ini...

lambang keraton

semacam aula untuk pertunjukan wayang

ini rumahnya sultan, nggak boleh masuk sana
am so in love with this mirror!
semacam anjungan yang sering digunakan untuk acara keraton


Kebetulan ketika ke sana sedang ada pertunjukan wayang, namun ya karena saya kurang menguasai bahasa jawa, saya tidak paham apa cerita yang dikisahkan saat itu...
Masih ada hari kedua di Jogja, simak terus blog saya yaaa hehe

0 komentar: